Mais meningkatkan legalisasi sekolah agama swasta untuk memastikan keamanan dan kepatuhan

mais

Proses legalisasi sekolah agama swasta di Selangor akan diintensifkan tahun ini, untuk memastikan pengelolaan sekolah-sekolah tersebut mematuhi persyaratan keselamatan, pendaftaran, dan kesehatan, sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh pihak berwenang.

Ketua Majelis Agama Islam Selangor (Mais), Datuk Salehuddin Saidin, mengatakan proses tersebut akan dilaksanakan secara bertahap, berdasarkan kategori sekolah, dimulai dengan semua sekolah tahfiz swasta.

“Kami telah menyelesaikan proses legalisasi sekolah tahfiz pada Desember 2025, dengan memberikan persetujuan bersyarat, dan sekarang akan fokus pada sekolah dasar agama swasta,” katanya saat menyampaikan pesannya di Dewan Syarahan dan Muzakarah Islam, Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah, di sini, pada hari Rabu.

Salehuddin mengatakan langkah tersebut sejalan dengan dekrit Sultan Selangor, Sultan Sharafuddin Idris Shah, yang menekankan bahwa semua sekolah agama dan tahfiz di negara bagian tersebut harus sepenuhnya mematuhi peraturan dan hukum yang berlaku.

Menyinggung program ‘Glamping with Pride’ di Hulu Langat, Salehuddin mengatakan Mais akan bekerja sama erat dengan pihak berwenang terkait untuk memantau dan mengambil tindakan yang tepat terhadap setiap kegiatan yang ditemukan bertentangan dengan hukum dan prinsip-prinsip Islam.

“Meskipun penyelenggara telah menyatakan bahwa program tersebut telah dibatalkan, kami akan terus memantau situasi untuk memastikan tidak ada upaya untuk menghidupkannya kembali secara diam-diam.”

“Kami tidak ingin lengah dengan pengumuman pembatalan ini, dan akan tetap waspada setiap saat,” katanya.

Sebelumnya, Salehuddin meluncurkan Peta Jalan Keberlanjutan Urusan Islam Selangor (HATIS) 2025-2030, sebuah inisiatif strategis yang bertujuan untuk memperkuat dan memberdayakan lembaga-lembaga Islam di negara bagian tersebut.

Salehuddin mengatakan bahwa peta jalan tersebut dirancang untuk memastikan bahwa setiap rencana dan inisiatif yang dilakukan oleh Mais, Dinas Agama Islam Selangor (Jais), dan lembaga serta anak perusahaannya, dilaksanakan secara sistematis dan efektif, sejalan dengan aspirasi keberlanjutan dan kepentingan masyarakat Muslim.

“Saya memahami bahwa dari Januari hingga November 2025, tingkat pencapaian peta jalan keberlanjutan berada di angka 90 persen.”

“Saya berharap momentum keunggulan ini dapat dipertahankan dan diterjemahkan menjadi kesuksesan yang berarti bagi komunitas Muslim.”

“Sebagai sebuah lembaga Islam, saya mendesak agar semua inisiatif yang digariskan dalam peta jalan keberlanjutan diimplementasikan secara efektif untuk mendorong keunggulan yang berkelanjutan,” katanya.

Pada upacara yang sama, sumbangan wakaf Fisabilillah, senilai RM2,8 juta, diserahkan oleh lembaga pendidikan Islam, masjid, dan surau kepada Jais, sementara sumbangan dana wakaf tunai sebesar RM346.000 diserahkan kepada Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *